Jumat, 20 April 2012

Sekolahnya Manusia

Sekolah itu bukan warung.
Sekolah itu institusi sumberdaya manusia tinggkat tinggi.
Butuh orang –orang yang  punya komitmen dan kompetensi untuk membangunnya.
Ketika belajar dikembalikan kepada hakikat manusia,
tidak semua orang bisa menerimanya,
banyak orang yang menganggap mustahil.

Namun, kami punya keyakinan,
bahwa belajar itu harus manusiawi.
Belajar itu harus menyelam dalam kondisi siswanya,
seperti sepak terjang para nabi mengajar umatnya,
penuh tantangan untuk berhasil.

ketika seorang guru meragukan,
tidak ada anak yang bodoh di sekolah manusia,
Bersamaan dengan itu,...
ribuan guru mampu memberikan kepercayaan diri:
aku bisa,...aku ada,...aku punya manfaat,
kepada anak yang punya hambatan.

Ketika seorang guru mengeluh,
Sekolah manusia gagal menghadirkan nilai kognitif yang tinggi,
Bersamaan dengan itu,...
ribuan guru bersyukur, nilai kognitif pada sisiwa sangat mengagumkan.

Ketika seorang guru menanggalkan fitrah kemanusiaannya,
menuhankan kognitif dengan halalkan ketidak jujuran,
Bersamaan dengan itu,...
ribuan guru bahagia, nilai kognitif siswanya berhasil,
dengan kejujuran tingkat tinggi.

Ketika guru menggerutu,
Sekolah Manuisa menghasilkan siswa yang nakal tidak bisa diatur,
Bersamaan dengan itu,...
Ribuaan guru menjadi sahabat siswanya seumur hidup,
Menjadi pantikan inspirasi meraih cita-cita.

-Munif Chatib, Pebulis Buku “Sekolahnya Manusia & Gurunya Manusia”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar